[FF] Taemin Twins ( Honeymoon OnTae n’ OnKey side) after story [2.2]

Author : @navi0794 ( avi naviaa )

tittle : Taemin Twins ( Honeymoon Ontae n’ Onkey side) after story

Main cast :

  •  Taemin boy as Lee Taemin
  •  Taemin girl as Lee Taeyeon as

Support cast :

  • Onew as Lee Jinki
  • Minho as Choi Minho
  • Kim kibum as Key umma ( Key jadi yeoja di sini #plak #ditimpukKey )
  • Kim Jonghyun as Jjong appa

pairing : Ontae ( Onew – Taeyeon * Taemin girl * ) , OnKey , JongKey and 2min ^^

Genre    : Friendship , Romantic, humor? maybe

Rating  : PG-17

Length : Twoshoot

Saran ide dari :  Kim Jaesumin

A.N : ini cerita after story dari [FF-Twoshoot] Taemin Twins ( Lee TWINS ) 1 of 2[FF-Twoshoot] Taemin Twins ( Lee TWINS ) 2 of 2 [END],  [FF] Taemin Twins ( Honeymoon OnTae n’ OnKey side) after story [1.2]

satu dua kata atau lebih komentar/saran/kritik sangat berguna bagi para author dan setiap author juga ingin fanficnya di hargai tapi aku juga sebagai author tidak memaksa kan kehendak kalian ^^ tapi sekali lagi tanggapan kalian itu sangat berarti.

mianhae baru sekarang ngepublish part 2nya, sekali lagi mianhae sudah menunggu lama *bow *

PLEASE DO NOT PLAGIATERS AND SILENT READER !!  ^^

~Key POV~

Taemin masuk ke lift bersamaan denganku,pintu lift tertutup dengan sendirinya dan menekan tombol nomor lantai yang tertera di samping pintu.berada di lantai yang di tuju,Pintu lift terbuka. Sebagian orang yang berada di lift bersamaku keluar berhamburan.

“ Key umma kau kenapa bisa ada di sini?”. tanya Taemin heran Seraya berjalan keluar dari lift

“DEG”

Aku harus mengatakan apa?  Apa aku harus jujur atau aku harus berkata bohong padanya? Argggh. Apa dia harus tau?

“ aku.. aku…baru saja mengantarkan seseorang”. kataku terbata-bata

“ siapa?? Jinki hyung??”. tebakan Taemin benar. Aku hanya menganggukkan kepalaku pelan.

“ kenapa harus di sembunyikan? Key umma ada apa dengan Jinki hyung?”. Dua pertanyaan sekaligus di lontarkan olehnya.aku mencoba sebisa mungkin kelihatan tenang di hadapannya.

“ ceritanya panjang kita bicarakan di rumah.ne?” tuturku,menggandeng tangannya cepat menuju ke taxi yang sedang terparkir di depan hotel.

~Key POV end~

**

~Taeyeon(taemin as girl) POV~

“  yeobo , kau tidak apa-apa kan?Gwenchanayo? “. Tanyaku bertubi-tubi ketika mata sipit Jinki mulai mengerjap-ngerjap dan menatap ke arahku.

“ Gwenchana chagi…”. Jinki tersenyum beku dan sekali lagi menutup kedua kelopak matanya.

Wajahnya benar-benar pucat pasi. Ku coba meraba keningnya ternyata dia demam,secepat mungkin aku mengambil wadah yang berisikan air dan handuk kecil yang telah kulipatkan.  Ku duduk di tepi kasur sambil menyelupkan sehelai handuk dan mengompresnya lalu ku taruh di atas keningnya.

Tanganku mulai membelai wajahnya sayang dan ku kecup pipi kirinya. Ku biarkan dia beristiirahat semoga Jinki cepat sembuh.aku pun ikut idur di sebelahnya.

~ Taeyeon POV end~

**

“ JINKI !!!!! , TOLONG AKU! TOLONG !! “

yeoja itu berteriak nama Jinki karena yeoja tersebut akan segera di tembak dengan senjata pistol milik kelompok mafia. Jinki bingung setengah mati, apa yang harus dia lakukan sekarang ini? Mengingat Jinki juga di sergap dan di borgol oleh orang-orang jahat ini. Ia tidak bisa berbuat apa-apa selain menjadi saksi penembakan mafia kepada yeoja itu

“ TIDAK !! “

Langkah demi langkah kaki yeoja itu melangkah mundur dalam keadaan ketakutan. Di belakang yeoja itu terdapat jurang yang sangat dalam. Benar-benar dalam situasi darurat.

“DOORR”

Peluru telah di lepaskan oleh seorang mafia.peluru yang mengarah ke arah dada yeoja itu. Tanpa di sadari kaki yeoja tersebut sudah tidak lagi menginjak daratan, yeoja itu berteriak bergema jatuh ke jurang sepertinya riwayat perempuan itu tamat. Sekelompok mafia percaya kalau targetnya itu sudah mati.

“ TIDAK !!!  GWIBOON !! JANGAN MATI !! GWIBOON !! “. Jinki berteriak dengan histeris seraya membentuk sungai kecil di kedua pipinya.

“ JANGAN MATI, AKU SANGAT MENCINTAIMU.. AKU SANGA..NG… NGAT..”.  isak Jinki.tangisan Jinki tidak bisa terbendung lagi. Dia hanya bisa pasrah.dia hanya bisa menangis sekuat-kuatnya atas kepergian Gwiboon.

**

~ JINKI POV~

Aku terbangun dari tidur lelapku dengan napas yang tersenggal –senggal.kenapa ini? Kenapa dengan diriku? Kenapa masa lalu itu muncul kembali?

“yeobo,kau sudah bangun.. ini ku buatkan coklat hangat untukmu”. Istriku datang menghampiriku,mengulurkan cangkir itu padaku seraya ia mengambil benda yang menempel di keningku.

“ tadi aku demam?”. Tanyaku dan mulai menyesap sedikit coklat hangat ini.

“ iya kau tadi demam..”. kata Taeyeon dan tersenyum lembut padaku. Dengan senyumannya itu bisa meluluhkan hatiku. Dia begitu cantik,kembaran Taemin ini lebih manis bila tersenyum.

“ aku melihat kau sedang bermimpi buruk tadi”

“ benarkah??”

“ iya,coba lihat wajahmu berkeringat”.tangan  Taeyeon menyeka keringat dengan handuk kecil di wajahku.

Aku tau Key umma mirip dengan Gwiboon tapi aku tidak yakin kalau gwiboon adalah Key .meskipun perbedaan umurku lebih muda dari gwiboon pada saat itu.Arghh tidak mungkin juga gwiboon masih hidup.aku harus melupakan masa lalu itu.aku kan sudah memiliki Taeyeon setidaknya Key umma adalah mertua yang harus ku hormati. Tapi apa aku tanyakan saja pada Key umma tentang gwiboon?

**

“ Jjong appa tidak ada di kamar?”. Tanyaku seraya melihat-lihat sekitar ruangan.

“ tidak ada, dia sedang pergi berjalan-jalan dengan Taemin”

Nice.Ini waktu yang tepat aku harus menanyakannya. Segera aku menarik pergelangan tangan Key ke ruang kamarnya dan menutup pintu kamar dengan rapat.

“ Hey mengapa menarikku seperti ini,lepaskan.kau ini berani-beraninya menarik mertuamu ke dalam kamar”. Tukas Key dan melepaskan genggaman tanganku.

“aku tidak peduli kau mertuaku sekarang.aku hanya ingin mendengar penjelasan darimu”.tukasku balik.

Key hanya menaikkan kedua alisnya menatapku dan bersamaan duduk denganku di tepi kasur.aku mulai membuka sesi percakapan dengannya langsung to the point.“ apa kau kenal Gwiboon? Apa kau punya kembaran?”.

Key terdiam,mengalihkan pandangan dari ku.

“ kenapa hanya diam ? ayo jelaskan? Hemm?”. Tuturku dengan nada halus.

“ tidak ada yang harus di jelaskan.mengapa kau tiba-tiba menanyakan itu?”. Key terlihat mencoba tenang.

Ku coba menarik kedua bahunya menghadapku dan memberi tatapan seolah-olah memgatakan’ayolah’.

~ JINKI POV end~

~ Key POV~

Bagaimana ini? Dia masih mengingat gwiboon? Jelas-jelas dia sudah beristri masih saja bertanya seperti itu. Apa harus kukatakan semuanya?

Perlahan-lahan ku coba mengeluarkan satu patah kata“ sebenarnya….”.

“ sebenarnya apa?”.

“ sebenarnya aku…”

“ apa?”

“ aku adalah …” . sepertinya aku sangat gugup mengatakannya. Wajah Jinki semakin dekat saja dengan wajahku dengan tatapan penasaran.aku semakin mundur Jinki semakin maju. Dia ini …

“GLEK”.  Aku menelan air liurku sendiri.segitu gugupkah aku?ayolah Key kau pasti bisa mengatakannya. “aku…”

“ehm, apa kau kenal Gwiboon atau kau kembarannya?”. Jinki mengulang pertanyaannya sekali lagi. Sepertinya dia tidak mau mati penasaran jika aku tidak melanjutkan kalimatku. Dasar namja Kelinci !

“aku adalah Gwiboon…  ”. Aku tertunduk lemas di hadapannya.menahan perasaanku untuk menatap Jinki.

“ JINJA???? TIDAK MUNGKIN”. Teriak Jinki dan segera ku bekap mulutnya.

“ jangan berteriak seperti itu!”. Kubuka bekapan telapak tanganku dari mulutnya.

“ aku tidak percaya kau adalah gwiboon, aku tidak percaya.Gwiboon sudah mati,tidak mungkin dia…”. pembicaraan Jinki terputus.

“ menurut orang dan juga dari penglihatan Mafia aku sudah mati.tapi inilah aku,aku merahasiakan identitas asliku agar sekelompok mafia itu percaya aku sudah mati. Nama samaranku sekarang Key walaupun tidak feminim.Key artinya Kunci. Mengunci peristiwa masa laluku termasuk kau”. Aku meyakinkankannya dengan menjelaskan panjang lebar seperti ini tanpa menatapnya sama sekali.

“ Gwiboon terjatuh ke jurang yang sangat dalam.kemungkinan untuk hidup itu sangat kecil,aku tidak tau ternyata yeoja yang dulu aku cintai sekarang ada di hadapanku selama ini, bagaimana kau bisa hidup?”. Tanyanya penasaran dan mengangkat daguku untuk menatap kedua matanya yang sipit.

Aku  membelai wajah Jinki dengan dekat,sudah lama aku tidak menyentuh dia seperti ini.aku hanya bisa melihat dia dari jauh bersama Taeyeon.aku rela menyatukan hubungan Jinki dan Taeyeon agar mereka bisa hidup bahagia.cukup mereka yang bahagia.

“aku memang nyaris akan mati tapi kedua tanganku mencoba meraih ranting-ranting pohon di situ, ranting itu tidak seberapa kokoh menopang tubuhku, dan… akhirnya aku terjatuh”.terangku dan sepertinya ceritaku menggantung.

“Terus?”

“ terus ada seseorang yang menangkapku dari bawah,pada saat itu aku kehilangan kesadaran aku hanya mendengar rintihan namja itu saat aku menindihnya karena terjatuh di atas tubuhnya”

“tapi di jurang itu jarang sekali ada manusia hidup,kecuali manusia purba”. Seru Jinki,namja chubby ini sedang berlelucon atau serius ? aku tidak bisa menebaknya.

“hmmm, kau ini menjelekkan Jjong “. Ujarku, seperti dia kelihatan terkejut saat mendengar nama Jjong dari mulutku.

“ nugu?? Jjong?? Dia yang menolongmu? Tidak masuk akal. jadi dia manusia purbanya”. Racau Jinki dan mengusap-ngusap dagunya sendiri sambil mengerucutkan bibirnya.

“ hey, dasar anak yang tidak berbakti”. Aku menggempalkan tanganku untuk menjitak di kepalanya pelan. Jinki hanya tertawa. Suasana ini menjadi hangat jika dia memamerkan gigi kelincinya yang lucu itu. Tak lama tertawa Jinki terhenti dan mulai memberi sesuatu pertanyaan mungkin?

“ tapi mengapa kau bisa menikah muda dengan jonghyun, dan mengapa kau bisa mengadopsi si kembar Taemin dan Taeyeon?”. Tanyanya bertubi-tubi.begitu penasarankah dia?”

“ karena Jonghyun tulus mencintaiku jadi aku menikahinya,kalau mengadopsi twotae karena mereka begitu baik padaku,suka membantuku memasak saat aku bekerja sukarelawan di panti asuhan.tanpa mereka aku tidak hidup sebahagia ini kan?”.

Hening.Jinki mendekapku dan menopang dagunya di pundakku.ku rasakan nafasnya yang teratur di tengkukku.

“mianhae, Key.. aku dulu memang sangat mencintaimu.hanya dirimu yang ku sayangi sebelum ku bertemu dengan Taeyeon. Aku senang kau masih hidup”. Ungkapnya dengan nada sendu

Aku hanya menepuk-nepuk punggungnya pelan dan… kenapa ini aku merasakan butir-butir air jatuh dari pelupuk mataku. Jujur dari dalam hatiku yang paling dalam aku sangat mencintainya tapi perasaan ini harus ku buang jauh-jauh.aku tidak ingin ada cinta yang terlarang.

Jinki semakin mempererat pelukan ini. aku hanya menikmati saja.aku ingin terus di peluknya selama ini.

~KEY POV end~

**

“bagaimana kita mulai mencari kado kejutan untuk Taeyeon?”. Nada semangat terpancar dari almight Key. Semua serentak mengatakan “ ne !!”. Key dan Onew mulai melakukan strateginya.sementara itu Jonghyun dan Taemin menyiapkan segala perlengkapan acara kejutan Taeyeon di suatu tempat. Minho? Entalahlah.

“ Kita akan pergi ke toko berlian”. Seru Key dengan ceria ketika sampai di toko berlian.

“ ber..berlian? “. Ragu Jinki.menautkan kedua alisnya menatap Key.

“ iya,yeoja akan gembira bila di beri hadiah berlian dari suaminya tepat Honeymoon”. Key tersenyum. Jinki bergeming.

**

~Taeyeon POV~

Apa-apaan ini ? seharusnya hari-hari honeymoon menjadi pengantin baru di hiasi dengan keromantisan dari pasangannya. Tapi apa yang ku dapatkan? Tega sekali Jinki meninggalkanku sendirian.I’m so alone.aku sudah mencoba menghubungi Jinki tidak di angkat angkat,Taemin,Jjong,Key umma juga tidak di angkat.aku curiga dengan mereka.mereka sedang merencakan apa sampai-sampai aku tidak boleh ikut.

Untuk menghilangkan suasana burukku.aku pergi ke pusat pembelanjaan mungkin dengan belanja moodku yang rusak bisa berkurang.

“Tap Tap”

“ Tap”

Setiap kali aku melangkahkan kakiku ada langkah kaki lain yang sedang mengikutiku dari belakang.aku menoleh ke belakang.Nihil.tidak ada siapa-siapa .benar-benar aneh.aku melanjutkan berjalan santai.

Langkah kakiku terhenti ketika melihat kalung berlian yang sangat berkilau di dalam lemari kaca bening yang bertengger di depan toko itu.aku membulatkan mataku dan kedua tanganku hanya bisa menyentuh kaca bening tersebut. “ indah sekali kalung ini tapi….  harganya sangat mahal lebih baik aku belanja untuk kebutuhan sehari-hari” . ku tinggalkan angan-anganku untuk membeli kalung berlian,saat aku melewati toko itu dari sudut mata kiriku aku seperti tidak asing lagi dengan pria yang sedang memakaikan kalung ke.. .

Aku berjalan mundur sedikit melihat dari luar. OMO !! itu kan Jinki. Dia sedang memakaikan kalung… berlian di leher Key.Jinki segitukah sayangnya kau kepada Key umma sampai-sampai kau tidak lagi memperdulikan istrimu ini yang sedang mematung melihatmu.

Badanku lemas seketika itu juga rasanya aku ingin membenturkan kepalaku ke dinding.jangan di tanya lagi tentang perasaanku sekarang.hatiku yang tadinya berwarna merah sekarang berubah menjadi biru beku ya hatiku rasanya beku.

Jinki ku harap kau tidak akan meninggalkanku.cukup aku tidak mau kehilanganmu.hanya Jinki satu-satunya pria yang ku cintai.perlahan aku mulai berjalan dengan menundukkan kepala.

“JLEB”

Kepalaku tetap menunduk dan sepertinya aku menabrak dada seorang namja yang berpakaian jaket coklat tebal.

what happened with you,Taeyeon?”. Hardik suara jangkung yang sudah ku kenal.

Aku mengangkat kepalaku dan menatap wajah namja yang ku tabrak sebelumnya.

“ Min.. Min.. Minho, kau Minho?? Kenapa kau bisa ada di sini“. Seru ku. Minho kemudian merespon dengan mengatakan “ mianhe,aku yang sedari tadi mengikutimu”.

**

Aku dan Minho berjalan menulusuri taman terdekat ya walaupun begitu aku masih menyimpan rasa kesedihanku rasa sakit hatiku dan rasa amarahku kepada Jinki. Dalam suasana Hati seperti ini aku tidak dapat menikmati suasana taman yang tentram. Akhirnya sekian lama berjalan aku duduk dengannya di bangku taman.

“hikz.. hikz.. hikz.. hikz… “. Tiba-tiba aku memecahkan keheningan ini dengan suara tangisanku.aku tidak peduli dengan sorotan mata orang-orang yang tertuju padaku.

“hey,kau jangan nangis di sini nanti orang kira aku yang telah berbuat jahat padamu”. Gerutunya dengan suara pelan. “ nih..”. dia menyodorkan sapu tangan miliknya.

“ aku tidak mau, sapu tangan itu sudah kau pakai buat bersin-bersin”. Kataku sambil mengerucutkan bibirku.

“ kau ini… kata-katamu sama dengan yang apa di katakan kembaranmu taemin”

“ Jeongmal?”

“ ne”.” Sapu tangan ini belum ku pakai. Pakai lah,hapus air matamu tae..minie emh maksudku taeyeon”. Umpatnya dengan tersenyum.

“ apa? kau memanggilku Taemin? kau ini saking wajahku sama dengannya kau memanggilku seperti itu”

“Deg”

Apa ini? tanganku belum sempat mengambil sapu tangan yang ia sodorkan,dia sudah menghapus air mataku duluan.

“ kau tidak akan menangis lagi kan?”.  Ujarnya setelah ia mengusap air mataku

Aku tidak merespon pertanyaannya dan malah mengalihkan pembicaraan.

“ oh iya kau tau dimana Taemin?”. Tanyaku dengan nada bergetar efek usai menangis.

“ oh taeminie? Dia bersama Jonghyun sedang mempersiapkan sesuatu yang ku tidak tau”. Jawabnya seraya menggeleng.

~Taeyeon POV end ~

**

~ Taemin POV~

Selesai.persiapan kejutan untuk Taeyeon finish.semoga dia menyukainya. Wait… ada satu lagi yang tak boleh di lupakan.

“ Jjong appa, dekorasi bannernya sudah di siapkan?”

“ banner apa?”

“ banner yang bertuliskan ‘ Jinki Love Taeyeon’ , masa kau lupa?”

“ oh itu sudah ku gulung, kau tinggal menarik sehelai tali di bawah banner agar terbuka”

“ oke”

Ini sudah itu sudah, yap aku sudah mengeceknya semua rapi dan bersih.

“ Taemin !!! “. Teriak namja chubby dari jauh

“ Taemin , banner yang ku pesan sudah ada ? “. Tanyanya antusias

“ sudah hyung. Tidak usah di khawatirkan”. Seru ku seraya memberi jempol kepadanya.

~ Taemin POV end~

**

“ trilit.. trilililit… trillilit ..”. suara dering dari handphone Taeyeon terdengar. Ringtone macam apa itu? biarlah Taeyeon memang tak sempat mengganti ringtone nya itu.

Taeyeon segera mengangkat telpon tersebut dan sedikit menjauh dari Minho.

“ Yoboseo, JINKI !! KAU KEMANA SAJA? HUH? “. Jeritnya dari dalam telpon membuat gendang telinga Jinki sakit.

“ kembaran Taemin ini sangat galak”. Jinki mendengus.” chagiya, kau jangan marah seperti itu nanti wajahmu bertambah jelek loh”. sambungnya

“  biarin, ini semua salahmu Jinki, berhari-hari kau meninggalkan ku sendiri”

“ mianhae,chagiya. Aku sedang melakukan sesuatu untuk mu”. Tuturnya lembut membuat Taeyeon tak bergeming seribu kata.

“ untuk ku??”

“ ne! Nanti malam kau datang jam 7 di lantai hotel paling atas. See ya. Kau harus tampil cantik Okey“ . Jinki menutup telponnya.

**

7 PM
HOTEL BINTANG LIMA LANTAI 120

~ Taeyeon POV~

Benar-benar gila, setengah jam aku berada di lift. Lantai paling atas katanya? Kamar kita saja ada di lantai 20 dan harus naik ke 100 lantai.fiuh sudahlah tidak usah di pikirkan. Apa lagi ini? kenapa gelap gulita. Kata Jinki lantai paling atas kan? Kenapa tidak ada penerangan satu pun di sini?

“TEP.. TEP” satu demi satu penerangan Lilin di hidupkan. Aku mengikuti arah lilin yang di hidupkan.

“ TADA !!! “

Tiba-tiba lampu corong di atas langit-langit hidup menerangi ruangan ini membuat mataku silau. Aku kaget setengah mati ada banner yang sangat besar bertuliskan ‘ JINKI LOVE TAEYEON’ dengan cahaya warna-warni di setiap huruf tersebut. Di sekitar ruangan ini penuh dengan dekorasi bunga-bunga mawar yang indah di pandang dan juga di sudut ruangan terdapat patung malaikat cinta yang sedang membawa anak panah di belakang air mancur kecil .

“ chagiya, Saranghae !! “. Jerit Jinki dengan senyuman yang khas menghiasi wajahnya berdiri di depan banner itu.

“ Yeobo…”. aku berlari ke arahnya dan Jinki juga berlari ke arahku.

Berpelukan ya kami berpelukan. Ia mengangkat tubuhku dan berputar tak lama kemudian Jinki berhenti  memutarkan tubuhku melepaskan pelukan ini. dia mencium punggung tanganku lembut seraya menatapku lekat lalu ia menarik pergelangan tanganku menautkan jemarinya dengan jemariku. Ia membawaku ke meja berkain merah dan kursi empuk yang warnanya serasi dengan mejanya  yang bertengger dekat dengan balkon ruangan ini.

Jinki menarik Kursi lalu mempersilahkanku duduk dan ia langsung mengambil tempat duduk di hadapanku.ehm tempat ini indah sekali . ya dari sini kita bisa melihat bintang-bintang yang berkelap kelip di balik jendela kaca bening di sampingku.

“ Malam ini kau tampak cantik dengan balutan gaun putih ini dan juga .. rambutmu yang panjang ini terlihat indah”. Pujinya seraya meraih seutas rambut hitamku dan membelainya lembut.

“ kau juga tampan dengan jas hitam yang kelihatan ellegant itu”. Pujiku balik , tersenyum tulus kepadanya.

“KLIK”

Ada seorang pelayan datang menghampiri Jinki dan menyodorkan sebuah kotak kado berwarna ungu itu padanya. Dia membuka kado itu dan mengambil isi kado itu lalu ia berdiri berjalan ke belakang ku. Mwo? Tidak ku sangka dia memakaikan kalung berlian yang ku inginkan tadi. Tapi ini kan…kedua mataku terbelalak .. melihat kalung yang di pakaikan Jinki pada Key umma sama dengan kalung yang dipakaikan kepadaku. Teringat kejadian tadi sakit hati,amarahku muncul kembali.

“ neomu yeppo”. Puji Jinki lagi dan kini ia sukses menghilangkan rasa sakit hatiku dan juga amarahku padanya dalam sekejap.

“gomawo, tapi.. kalung ini kau juga memakaikannya kepada Key umma kan? “. Tanyaku dengan hati bergejolak.

Jinki hanya menaikkan sebelah alisnya. ia hanya bergeming. Jinki  terlihat mulai mencerna kata-kataku barusan.

“ oh,kau melihatnya? Iya aku hanya mencocokkan di leher Key dengan begitu kalung itu bisa cocok di lehermu”. Terangnya membuat aku bernafas lega. Ternyata dia tidak berselingkuh dengan Key umma. Syukurlah.

“ ehm aku akan menyanyikan sebuah lagu untukmu,chagi”. Ucap Jinki dan beranjak dari tempat duduknya menuju panggung.

Jinki terlihat mulai mengatur pernafasan sebelum bernyanyi. ia kemudian duduk dan bersiap memainkan alat musik piano.

Soni siryeowa sarangui gieogi chagapge dagawa
Aryeoonda ijeneun deo isang neoreul bujeonghago sipji anheun nareul algo itjiman
Gakkai inneun neol saranghal su eomneungeol algo itgie
Nal barabol su eomneun neol gidarimi neomu himdeureo
Ijen gyeondil su eobseo irwojil su eopgie

Naega saranghaetdeon geu ireum
Bulleoboryeo nagalsurok neomu meoreojyeotdeon

Geu ireum ijen jeogeonoko na ulmeogyeo
Nae ane sumgo sipeojyeo

 saranghal subakke eobseotdeon
Geu nareul ijen arajwoyo

Irul su eomneun sarangdo saranginikka

Honja hal su eomneun sarangiran neukkimeun naege dagawa
Sijak hal su do eomneun geuriumdeureun keojyeoman gago
Sirin gaseum han kyeonen neoui hyanggiman nama

Aku terhanyut dalam suasana romantis ini,kedua kalinya ia bernyanyi untukku.aku sangat menikmatinya.wah ternyata dia tidak hanya bernyanyi . jemari-jemarinya mahir memainkan dentingan piano. so awesome.

selesai bernyanyi aku langsung memberi tepuk tangan padanya.ehm huh? Ada apa ini? Jinki tiba-tiba menghampiriku.

dia mengulurkan telapak tangannya dan aku segera meraih uluran tangannya.

Kami berdansa mengikuti alunan musik jazz klasik yang telah di mainkan. Jinki melingkarkan tangannya di pinggangku dan tanganku melingkar di lehernya Selesai berdansa,kedua tangannya berpindah memegang kedua lenganku ia menatapku lekat dari kedua bola matanya berwarna kecoklatan itu mengisyaratkan ia begitu mencintaiku dengan tulus.aku bisa merasakannya menatap matanya dengan mata berbinar. Wajahnya makin lama makin mendekat ke wajahku.sesekali ia melirik bibirku dan ia mulai mendaratkan bibirnya di bibirku, mengecup bibirku, melumat habis bibirku.lidahnya menyentuh dan menjilat bibir atasku membuatku membuka mulutku.ciuman kami semakin dalam dan hangat.

“ eummp Jinki”

“ ne?”

“ sudah”.ucapku di sela-sela ciuman.

pelan-pelan ia melepaskan ciuman ini dan ia seperti gelagapan mencari kata-kata untuk menyatakan sesuatu.

“ ehm,istriku kapan kita membuat anak?”. Tanya Jinki.sontak membuatku terhenyak seketika itu juga namun aku mencoba mengalihkan pembicaraan.

“ siapa yang sudah mempersiapkan semua kejutan ini?”

“ eumm, aku di bantu Key umma,Taemin dan Jjong”.jawabnya dan mengalihkan pandangannya menuju yang ada di belakangku. “ itu mereka sudah datang”. Kilahnya.

Aku menoleh ke belakang dan mendapati sosok mereka. “ Key umma , Taemin dan Jjong appa, kalian datang”.kataku dan bercipika cipiki dengan Key umma .“ bagaimana Taeyeon dengan acara Kejutan ini?”. tanya Key umma seraya mengusap-ngusap rambut ku.“ ne, kamsahamnida umma, Taemin dan Jjong appa”. Ujarku

“ yap sekarang kita makan-makan”. Seru Jjong bersemangat empatlima.

“ ayok kita makan aku sudah lapar”. Sambung Taemin. Jinki merangkul dongsaengnya itu.

Aku dan Key umma duduk berhadapan dengan Jinki dan Jjong appa.

“ hey, Taeminie dimana Minho oppa?”.tanyaku padanya.

“ Minho hyung dia sebentar lagi akan datang”. Jawabnya dengan nada gembira kemudian duduk bersebelahan dengan Jinki.

Tak lama kemudian sosok namja tampan dan tinggi itu datang menghampiri Taemin.

“ annyeong semua”. Sapa Minho dengan santun

“  annyeong silahkan duduk Minho,ayo makan”. Perintah Key.

Lengkap sudah ,Semua akhirnya akrab satu sama lain selain itu menutup acara kejutan ini dengan makan-makan.satu sama lain wajah mereka tak sedikitpun memancarkan kesedihan. Prasangka buruk Taeyeon,perasaan Key terhadap Jinki,dan Perasaan Minho kepada Taeyeon seakan lenyap begitu saja.

~THE END~

berikan komentar kalian ya, komentar kalian begitu berarti bagiku.kritik maupun bukan aku akan terima ^^

sampai ketemu di fanfic lainnya ;D

About SUSHIBE

im kpopers , I'm MVP and sparKyu ^^ **

One thought on “[FF] Taemin Twins ( Honeymoon OnTae n’ OnKey side) after story [2.2]

  1. daebak!! happy ending!!
    sewru lah.. cerita nya unik..
    semangat yah thor, bkin ff lain yg lebih inovatif lagi😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s