[FF] My Idol My Love Part 14

Tittle                      :  My Idol My Love

Author                  : @Navi0794 ( Nam Min Rin )

Main cast             :

  • Hana ( not character from hana kimi is hana from my imagination)

full name : Hana yukinaru dina. * nama apaan nih*

  • Lee Taemin a.k.a Taemin
  • HyukJae a.k.a Eunhyuk

Support cast       :  Seung Jung( fiction ), minho , Donghae , Sungmin and Kyuhyun…  dll

Genre                      :  friendship/romance

Rating                     :  PG-15

Disclaimer           :  semua karakter milik SMent kecuali Hana & seung Jung :p

A.n : mianhae sekian lama ff ini hiatus baru sekarang aku lanjutin di karenakan ff ini kurang readers😦

PLEASE DONT BE SILENT READERS

KEEP A GOODS READERS

GIVE UR COMENT

Thanks :)

 

 

“Aku terlalu jahat , aku sangat jahat , mengapa sedari awal aku mengiyakan tinggal di rumahmu sementara  statusku adalah berpacaran dengan Eunhyuk? lebih baik aku pergi dari rumahmu ini taemin, aku tidak pantas tinggal di rumahmu yang seharusnya untuk calon istrimu yang akan menemani hidupmu selamanya . Sedangkan aku ? aku bukanlah orang yang tepat untuk tinggal di sini”. Gumamku dengan menggenang air mata di pelupuk mataku dan tak sadar butir-butir air mataku jatuh membasahi pipi Taemin yang sedang tertidur . aku kembali mengusap rambutnya yang lucu dan menahan tangis dengan perasaan yang sangat bersalah tidak memberitahukan kepada orang-orang terdekat tentang status ku , kali ini aku sangat bingung .

 

~Hana POV End~

~ Taemin POV ~

 

Suara Kicauan burung dan jendela yang sudah terbuka membuat sinar matahari pagi masuk ke sudut ruangan. Aku terbangun dari tidur lelapku dari semalaman aku menunggu…. Err seharusnya aku menunggu Hana tapi aku malah tertidur. Ah Pabo !!~ . aku memijit keningku yang penat dan perlahan aku bangkit dari sofa ruang tamu. Tapi ada apa ini ? siapa yang menyelimutiku seperti ini?  Apakah hana?. Aku secepat mungkin berjalan menuju kamarnya dan mengetok pintu kamarnya yang masih tertutup itu.

 

“ Hana .. !! Hana !! .. Hana !! “. Aku terus mengetuk pintu kamarnya dan berkali-kali memanggil namanya. Tapi setelah itu tidak ada yang menyahut maupun ada tanda-tanda ia berada di dalam kamar. Tidak ada cara lain selain mendobrak pintu kamar ini , dengan sekuat tenaga yang aku punya sekeras mungkin aku mendobrak dan kemudian pintu ini terbuka namun alhasil….

 

“ Hana ..!! “. Sekarang wajahku berubah menjadi panik . mengapa tidak? Karena dia tidak ada di kamarnya. Yang tadinya pandanganku fokus ke arah tempat tidur dan sekarang aku mengedarkan pandanganku  ke sudut-sudut kamar. Aku mencari-cari keberadaan Hana layaknya seperti kehilangan anak induknya , aku mencarinya di kolong kasur dan membuka kamar mandi tapi tidak di temukan sama sekali. Dan pada akhirnya aku mendapat secarik kertas di atas meja di sebelah tempat tidur.

 

Tanpa basa basi aku mengambil dan membaca secarik kertas itu.

“ Taemin , Mianhae sebelumnya aku tidak memberitahukan kepadamu tentang ini ^^ aku diam-diam pergi dari rumahmu tanpa pamit. Aku tau aku hanya merepotkan bagimu hehehe .  aku akan mencari pekerjaan Part time dan mencari tempat tinggal baru ^^, semoga kau tidak marah karena aku tidak berpamitan denganmu. Oh iya ,kamsahamnida buat semua pehatianmu. Malah kau lebih perhatian dari sahabat yeojaku ^^”

~Salam hangat dari Hana~

 

“  Mwo hana? Kau..“.  aku hanya bisa tercengang dan duduk di pinggir kasur sambil terus memegangi kertas surat itu.

 

~ Taemin POV END ~

~ Hana POV ~

 

Suatu hari nanti … Ah tidak tidak lebih cepat lebih baik aku harus memberitahukan status hubunganku pada Jung Seung dan Taemin . Tapi tidak untuk sekarang karena aku harus mendapatkan kerja part time . Aku mengelilingi kios-kios maupun restorant kecil-kecil di pinggir kota dengan sangat lelah menelusuri tiap-tiap jalan dan membawa barang-barang bawaanku  ini yang sangat banyak.

 

Ada tempelan kertas di kaca bening restoran kecil ini aku membaca Tulisan itu. Ternyata restoran ini membutuhkan tenaga kerja Part time. Aku mencoba masuk dan bertanya pada pegawai di situ.

 

“ apa di sini menerima lowongan pekerjaan?”

 

“ ne “.

 

“ aku bisa melamar pekerjaan di sini?”.

 

Pegawai restoran itu langsung mengangguk pelan dan ia dengan cepat mengantarkanku untuk menghadap kepada pemilik restoran ini.

 

Aku masih sibuk mengedarkan pandangan ke mana-mana dan secara tidak sadar pandanganku terhenti ketika aku mendapati sosok orang yang tak asing bagiku. Aku terkekeh kecil melihat seorang namja chubby yang sedang membaca buku di sudut ruangan dengan ekspresi wajah kaget menatapku.

“ bukannya kau adalah yeojachingu……..” . ujar namja chubby itu dengan menggantungkan kalimatnya.

 

Jangan bilang kalau dia tau …. Kalau aku .. kalau aku yeojachingu Eunhyuk oppa. Aku bisa mati berdiri . menyebalkan.

 

“ tidak salah kau adalah yeojachingu nya Taemin kan ? yang pernah datang ke restoranku dekat sekolah kalian?”. Lanjutnya dengan mengulurkan telunjuk yang mengarah padaku.

 

Namja chubby ini… mengapa banyak sekali mendirikan restorant? Restorant dekat sekolah milik dia dan restoran kecil ini milik dia juga.. benar-benar orang kaya.

 

“ aku hanya Temannya , aku bukan Yeojachingu dari Taemin .” jawabku dan kedua telapak tanganku meniadakannya sambil tersenyum tipis. “ oh , mianhae.. silahkan duduk “. ucap Onew Lembut sambil mempersilahkanku duduk di sofa yang berada di hadapannya.

 

Terlihat Onew merubah posisi duduknya dan menaruh bukunya di atas meja. Ia langsung bertanya padaku on to the point. “ ada apa kemari?”

 

“ Onew oppa ,bisakah aku bekerja di sini? Pekerjaan apa saja aku terima yang penting aku bisa bekerja part time”. Pintaku sambil memohon-mohon.

 

Aku memandang lekat kedua bola matanya , ku lihat tatapannya masih ragu kemudian dia langsung membuka mulutnya menjawab permohonanku dengan berkata “ baiklah , kau di terima bekerja di sini tapi dengan satu syarat”.

 

“ apa syaratnya? “. Tanyaku sambil mengeryitkan keningku dan masih menatap namja dengan  ekspresi wajahnya yang datar.

 

Detak Jantungku mulai terdengar tak karuan mungkin karena aku takut tidak sanggup memenuhi syarat itu. Well, Bunyi detak jantungku sekarang 2 kali lipat dari normalnya. bagaimana tidak? pikiranku sudah mengarah ke arah negative, berpikir yang tidak-tidak. Apa jangan-jangan syarat itu adalah harus mencium dia tanda terima kasih karena aku di terima bekerja? Pikiran Bodoh apa ini? Atau syarat itu aku harus jadi pembantu di rumahnya?  Andwae…. Pikiran macam apa ini? Cepatlah Onew oppa ! Apa yang kau inginkan?

 

“ Apa syarat itu oppa , wae kau masih diam dan tidak menjawab pertanyaanku barusan? ”. Tanyaku lagi padanya karena Onew masih saja berpikir dan berpikir terhanyut dalam pikirannya membuat suasana hening.

 

“ tentu saja harus bekerja giat “. Jawabnya enteng dan senyumnya mulai mengembang.

 

Aku tercengang seketika setelah mendengar jawaban yang keluar dari mulut Onew oppa, aku terbelalak masih tak percaya , itu adalah syaratnya. Errr, ku kira syarat yang aneh-aneh =.=*

 

“ aishh , oppa … kau tidak percaya padaku hah? Aku akan selalu giat bekerja jangan khawatir “. Tuturku meyakinkannya.

 

“ Allright, pakailah seragam ini . hari ini kau sudah mulai bekerja menjadi waiterss”. Ujarnya dan menyodorkan seragam milik restoran ini.

Aku meraih seragam itu dari tangannya dan segera ganti dengan seragam itu ke ruang kamar kecil. Tak beberapa lama kemudian Aku memamerkan pada Onew oppa tentang seragam yang ku pakai.

 

“ bagaimana ? aku terlihat lumayan kan? “. Tanyaku dengan senyuman merekah. “ ne, kerja dengan baik ya Good Luck Hana”. Ricaunya dengan suara lantang. “ ne, Presdir aku akan bekerja keras”.

 

Hari pertamaku bekerja aku sudah mendapatkan banyak pelanggan . saat pertama aku masuk ke restoran ini yang tadinya sepi sekarang penuh dengan orang-orang yang sedang makan. Aku sangat senang hari pertama Bekerja walaupun banyak sekali pesanan dari pelanggan namun aku bisa mengatasinya karena tugasku adalah menulis pesanan dan membawakan makanan. Yay, menyenangkan tapi juga melelahkan.

 

**

 

Jam dinding sudah menunjukkan pukul 9 malam, restoran sudah tutup dan terlihat pegawai lainnya satu persatu mulai pulang, tapi aku? Mengingat sekarang aku tidak punya tempat tinggal aku masih berdiam menunggu tidak jelas , duduk-duduk di depan restoran kecil ini.

 

Tiba-tiba suara dari handphoneku bordering, aku segera mengambil handphone itu di dalam tasku. Dan…. Nama penelepon yang tertera di layar handphoneku adalah ….. ‘ Sweet Monkey’ Eunhyuk oppa meneleponku. Ku pencet tombol yes untuk mengangkat telpon ini.

 

“ Yobosseo My chagiya , mianhae oppa baru meneleponmu sekarang “ . terdengar suaranya di sebrang telepon.

“ gwenchana , oppa aku tau kau sedang sibuk dengan skedul mu yang sangat padat”.

“ne, untunglah kau memahaminya. Bisakah kita bertemu di taman sunflower”.

“ eumm, ne aku akan segera ke sana”.

Aku menutup telponya dan segera pergi meninggalkan restoran kecil ini dan juga tak lupa membawa barang bawaanku yang banyak .

 

*sesampainya di taman*

 

Ku letakkan semua barang bawaanku di atas rumput , aku duduk di salah satu bangku di taman ini sambil menatap langit-langit yang di penuhi dengan bintang-bintang nan mengkilap .memandang bintang-bintang seperti ini mengingatkan ku pada orang tuaku.

 

Aku ingin sekali pulang ke tempat asalku, ke rumah orang tuaku yang berada di Indonesia. Aku sangat merindukan mereka. Aku ingin sekali membeli handphone untuk orang tuaku di sana tapi aku belum punya uang sepertinya aku belum menjadi orang sukses di sini.

 

“ Chagiya, Hana Chagiya “. Suara lembut terdengar dari belakangku ,kurasakan kedua tangannya menyentuh kedua bahuku dengan lembut.

 

“ sweetmon … “

 

“ Mianhae sudah menunggu lama” . tuturnya sambil mengambil tempat duduk di sampingku.

 

“ ne,  gwenchana.” Ucapku menatap nya

 

“ ini ku bawakan sesuatu untukmu … tada !! sebuah boneka Monkey pink agar kau selalu mengingatku dan tidak kesepian jika aku tidak selalu berada di sisimu”. Eunhyuk menyodorkan boneka mungil nan lucu itu ke tanganku.

 

Aku beralih menatap  boneka Monkey ini. Apa maksudnya? Apa dia ingin aku selalu mengingat ia sebagai Monkey . Jinjja ? ==’

 

“ bagaimana kau menyukainya kan ? “. Tanyanya membuatku tertegun.

“ hehehe , ne aku suka “. Aku menyubit pipi boneka ini dan …

 

Tangannya yang lapang membelai rambutku lembut. Angin malam menerpa rambutku dan juga rambut Eunhyuk. Eunhyuk menatapku dalam, kami saling menatap satu sama lain.

 

Wajahnya semakin lama semakin dekat dengan wajahku , dia melirik bibirku dan kemudian bibir tipisnya menyentuh bibirku dengan lembut. Ciuman kami makin lama makin mendalam. Kami terlarut dalam ciuman sampai pada akhirnya Eunhyuk melepaskan bibirnya dari bibirku.  Dia mengusap-ngusap bibirku dengan kasih sayang. Aku tidak tahan. Aku ingin sekali menepis jemari tangannya yang masih mengusap bibirku. Untunglah ia segera menurunkan jemarinya dari bibirku. Ia memeluk ku mesra dan mengecup puncak kepalaku. Aku ingin sekali menangis di dadanya yang bidang.

 

“ Saranghae , Hana “. Ungkapnya yang masih memelukkku erat.

“ Nado saranghae Hyuk”. Ujarku dengan nada terisak.

“ wae, kau menangis? “. Wajah Eunhyuk menatapku lekat , kedua telapaknya memegang kedua pipiku.

“ aku tidak menangis”. Aku menggeleng namun air mataku terus saja mengalir dari pelupuk mataku, sepertinya aku tidak bisa menyembunyikan kesedihanku selama ini.

Jemari Eunhyuk menghapus air mataku dengan kasih sayang dengan perhatiannya membuat hatiku luluh dan detak jantungku benar-benar tak karuan , aku ingin dia selalu berada di sisi ku seperti ini. Menemaniku dalam kesendirian , aku sangat membutuhkan keberadaannya. Eunhyuk oppa aku sangat mencintaimu dari dalam hatiku yang paling dalam.

 

“ apa yang membuatmu sedih?”. Tanya nya dengan penuh perhatian , nadanya , suaranya nyaris terdengar seperti bisikan.

 

Ottoke? Apa aku harus bercerita padanya. Kalau aku sekarang tidak punya tempat tinggal. Aku takut ia semakin mengasihaniku, aku bukan Yeojachingu yang sempurna buatnya.

 

Tangan kiri Eunhyuk meraih tanganku dan mengusap-ngusap punggung tanganku lembut. Well, dia sangat romantis dan jika dia bergombal gombalannya benar-benar maut.

 

“ walaupun angin malam sangat dingin, tapi kau lebih mendinginkan suasana hatiku”. Ujarnya gombal. Tuh kan dia mulai gombal .

 

Aku menanggapinya dengan mengerutkan dahiku tanda aku tidak akan termakan oleh rayuan gombalnya.

 

“ ah , kenapa kau tidak tersipu , kau tidak suka dengan rayuanku ?”. Tuturnya sambil mengerucutkan bibirnya dengan lucu. OMO ! so cute.

 

“ aku tidak akan termakan oleh rayuanmu Sweet Monkey , bleee “. Ricauku dengan memeletkan lidahku.

 

Dia terkekeh mendengar ucapanku. Aku pun begitu . saat ia tertawa seperti itu gusinya mulai benar-benar Nampak, aku akan merindukan ia seperti itu.

 

Tak beberapa lama kemudian ia mengantarkanku pulang. Pulang? Aku mau pulang kemana ? aku tidak punya rumah. Ah menyebalkan . apa aku harus balik ke rumah Taemin dan memohon-mohon kembali padanya. Ah itu sangat memalukan ,  shireo

 

Dia mengantarkanku pas di depan rumahku yang dulu. Dia kemudian pergi berlalu meninggalkanku sendiri di depan rumah ini.

 

Sepertinya rumah ini sudah ada penghuninya, terlihat dari rumahnya yang terang benderang tapi apa ini ? bunyi alunan lagu yang berdendang dari rumah ini seperti lagu …. Lagu dangdut . penghuni rumah ini suka sekali dangdut astaga .

 

Secepat mungkin aku meninggalkan rumah itu. Penghuninya mengerikan , tapi mana mungkin pelajar Indonesia yang menempati rumah milik pemerintahan itu suka sekali dangdut. Ini jaman anak modern tapi dia anak … ah sudahlah aku tidak akan memikirkan itu. Masa bodoh.

 

Tempat satu-satunya aku menunggu hanyalah di halte bis. Hari makin larut malam , jam tanganku sudah menunjukkan angka 10 malam . ini sangat tidak baik untuk wanita terutama aku. Aku mulai ketakutan . takut sangat takut. Dua lelaki kekar yang aku curigai sedari tadi di halte. Mereka mulai menghampiriku. Ya Tuhan, aku takut mereka akan berbuat sesuatu yang jahat terhadapku.

 

“ Hai, cantik ikutlah dengan ahjusshi ne? ”. Goda salah satu lelaki kekar itu, aku tidak ingin menolehnya apalagi meliriknya. Kedua tangan lelaki kekar itu mengangkat daguku dengan kasar dan mata mereka melotot menatapku tajam. Aku menepis tangan kekarnya. Namun apa daya salah satu dari lelaki kekar itu menarik tanganku dengan paksa. Ke suatu tempat yang gelap tak jauh dari halte.

 

“ tolong.. tolong… tolong” . jeritku dengan suara lantang.

 

“ di sini tidak ada orang , mana ada orang yang mendengar teriakanmu . hahahahaha “. Kedua lelaki kekar itu tertawa puas.

 

“ BRUUUKKK “

 

“ BRUUUKK “

 

“ BRUUK “

 

Terdengar suara pukulan dari arah belakang menonjok habis kedua lelaki kekar yang sedang menarik tanganku kasar.

 

Kedua preman ini terperosot ke lantai tak berdaya. Aku menoleh ke belakang dan sedikit memperjelas penglihatanku dari kegelapannya malam. Seorang namja membawa ku pergi dari tempat ini. Ia membawaku menuju mobilnya yang terparkir di tepi jalan.

 

Lampu-lampu jalan menerangi tempat ini , sebelum aku masuk ke dalam mobilnya aku mencoba mengenal wajah namja jangkung yang telah menyelamatkanku. Dia ternyata…… dia adalah……..Ta… Ta…. Taemin? Dia adalah Taemin dia benar-benar manly dia keliatan gentel saat menolongku. Benar-benar malaikat Penolong.

 

“ Gamsahamnida “. Ucapku sambil membungkuk 180 derajat di hadapannya.

“ Gwenchana , kau tidak apa-apa kan? “. Tanya nya penuh perhatian dengan wajah cemas.

“ aku baik-baik saja, sekali lagi gamsahamnida Taemin”.

 

Taemin  tersenyum dan menarik tanganku lembut ke dalam mobilnya. Taemin mulai melajukan mobilnya.

 

~ HANA POV END~

~ TAEMIN POV~

 

# flash back#

 

Aku benar-benar gelisah menunggu tak jelas di rumah ini. Aku bodoh atau apa ? menunggu dan berharap Hana akan pulang ke rumah ini. Sepertinya aku mulai gila. Aku harus mencari aktivitas lain selain menunggu dan menunggu yang tak jelas. Di sela-sela kegiatanku , pikiranku terus saja tertuju pada Hana. Segitu Specialkah Hana bagiku? sampai-sampai aku terus memikirkannya.

 

**

 

Malam hari sudah larut malam aku takut Hana kenapa-kenapa aku benar-benar khawatir dengan keadaannya sekarang dalam sehari mana mungkin ia sudah mendapatkan tempat tinggal. Dia belum tau kalau di Seoul ini susah sekali menyewa rumah ataupun membeli rumah.

 

Dia mungkin belum menemukan tempat ia berteduh aku tau sifatnya . sudah setahun lebih aku mengenalnya . dia tidak ingin merepotkan orang terdekatnya dia selalu bersikap mandiri.

 

Aku mencari dirinya di setiap tempat yang dia pernah kunjungi . aku melewati halte dekat rumahnya dulu, feelingku mengatakan kalau dia berada di sekitar sini. Banyak tas berserakan di halte itu. Aku kemudian turun dari mobilku aku mencoba mencari keberadaan Hana, mungkin ia tidak jauh dari sini , tempat gelap yang jaraknya tak jauh dari halte aku melihat ada sosok wanita yang sedang berteriak minta tolong karena kedua preman menarik tangannya begitu kasar. Dari belakang aku melihat punggung-punggung preman itu.

 

Sekuat tenaga ku aku menonjok memukul keras punggung mereka. Merelakan tangan ku menjadi memar akibat menonjok punggung kekar itu.

 

Benar dugaanku wanita itu adalah Hana, ia benar-benar senang dengan kedatanganku , dia menatapku seolah-olah mengatakan ‘ kau adalah malaikat penyelamatku’

 

Dia terus saja berterima kasih padaku. Aku sebenarnya tidak butuh terima kasih darinya . dengan perasaan lega sudah menemukan Hana itu sudah cukup bagiku. Kami kemudian menuju rumah dengan mobilku.

 

# flash back End #

 

~ Taemin POV END ~

——-TBC——–

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

About SUSHIBE

im kpopers , I'm MVP and sparKyu ^^ **

One thought on “[FF] My Idol My Love Part 14

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s