[FF] In My Room (one shoot)

“In My Room”
(one shoot)

Author: Shin Hyerin/Lee Hyerin

Cast:
Lee Jinki
Shin Hyerin
Lee Taemin

WARNING: ini hanya karangan author, maklum namanya juga FANFICTION

Enjoy reading please , don’t forget RCL😛 . DON’T TO BE A SILENT READERS!! AND DON’T TO BE A PLAGIAT!!

Hyerin pov

Kau tau oppa? aku sangat merindukanmu? Aku gila karnamu? Andai kau mendengarnya dari sana oppa, jeongmal bogossipoyo oppa😥

***

Aku memandangi piano tempat biasa aku dan Jinki oppa bermain piano bersama dan diruang ini pun biasa aku dan Jinki oppa bertemu, Jinki-a apakah kau bahagia disana? Atau perlu aku menyusulmu ke sana? Aku hanya tersenyum miris sambil memainkan piano ini, setiap hari aku kesini untuk bermain piano. Jinki oppa selalu mengatakan jika aku merindukannya, aku hanya perlu bermain piano ini lalu aku akan mengingatnya dan merasakan dia ada disebelahku. Tapi itu saja tidak cukup, aku ingin dia bersamaku saat ini. Kuhela napas panjang, lagu yang sedang kumainkan telah selesai. Aku beranjak dari tempat duduk piano *ngerti gak? Maksudnya tempat duduk khusus main piano itu loooh ._.* , aku ingin ke toko buku. Mencari buku musik untuk memperbanyak lagu yang kubisa mainkan pada piano kesayanganku dan Jinki oppa ini

***

Aku keliling-keliling toko buku hanya untuk mencari buku musik yang baru, dan akhirnya dapat juga ^^ . saat aku memegang buku itu dan mau mengambilnya, tapi ada namja yang sepertinya juga mau membeli buku yang kupegang *maksudnya tangannya Hyerin kepegang sama namja itu -,-* . aku menoleh kearahnya, aku kaget setengah mati. Wajahnya.. sangat mirip dengan Jinki oppa, kupalingkan wajahku darinya lalu menundukan kepalaku
“a-ah, mianhae.. biar aku mengambil buku yang lain saja” kataku memberikan buku itu padanya lalu pergi tak jadi membeli buku, aku putuskan saja untuk berjalan-jalan mengelilingi kota Seoul sambil mengenang kenanganku dengan Jinki oppa dulu. Kata yang mesti digaris bawahin DULU, selama aku berjalan-jalan aku merasa seperti diikuti seseorang. mungkin hanya arwah Jinki oppa yang sedang menemaniku saja, tak terasa hari mulai menjelang malam kuputuskan untuk istirahat saja

***

Seperti biasa, sebelum kujalani aktivitasku. Aku bermain piano dulu di ruanganku dan Jinki
“annyeong, nonna.. mau bermain piano lagikah?” kata Taemin, saengi Jinki oppa
“annyeong, Taemin. Ne, Taemin-a.. bolehkan?” tanyaku meminta izin, piano dan ruanganku dengan Jinki oppa itu ada di studio musik milik Jinki oppa yang sekarang diurus Taemin
“tentu saja boleh nonna ^^ jika aku melarangmu aku bisa dihantui oleh Jinki hyung hehe” kata Taemin sambil ketawa garing, aku hanya tertawa pedih (?) dan tersenyum miris mendengar kata-katanya
“ah, mian nonna.. bukan maksudku -“ kata Taemin khawatir melihatku
“ah, gwenchana.. naneun gwenchana Taemin-a” kataku sambil tersenyum dipaksakan
“ya sudah, aku main piano dulu ya” kataku lalu pergi ke ruangan yang paling ujung ditempat ini, saat kubuka pintu ini ada seorang namja yang sedang bermain piano memunggungiku. Hey, bukankah Jinki oppa dan Taemin melarang orang masuk selain aku dan Jinki oppa? tapi ko ada seorang namja disini?
“ah, mian.. apakah kau sudah selesai bermain pianonya?? Atau aku menggangu? Mianhae, aku akan pergi” kataku sambil membungkukan badanku lalu memutar balikan badanku
“tunggu” suara itu? S-suara Jinki oppa
“o-oppa?” tanyaku gelagapan lalu memutar membalikan lagi badanku
“k-kau? Aku tidak mimpikan?” aku kaget melihat Jinki oppa sedang tersenyum kearahku lalu mendekatiku, aku mencubit tanganku sendiri “aww” gumanku sambil mengelus (?) tangan yang baru saja aku cubit
“kau tidak sedang bermimpi, pabo” katanya sambil tersenyum hangat (?) padaku lalu memelukku, sudah lama aku tidak merasakan kehangatan (?) pelukannya. Tak lama kemudian dia melepaskan pelukannya
“bogossipo Hyerin-a” katanya
“nado, t-tapi bagaimana bisa? K-kau kan sudah -“ kataku masih tidak percaya
“ceritanya panjang Hyerin-a, s-sebenarnya aku tidak meninggal”
“mwo? Jadi kau mempermainkanku? T-terus kenapa kau menghilang begitu saja? Dan bagaimana dengan penyakitmu yang tiba-tiba itu? Huh? Kau tau aku merindukanmu, selama 2 tahun kau meninggalkanku” kataku tak terasa air mata meluncur (?) mulus dipipiku
“aniyo bukan begitu, sebenarnya a-aku pergi berobat keluar negeri” kataku sambil memeluknya

-flashback-

Jinki pov

Ah, hari ini Hyerin tidak bisa menemaniku berlatih piano karna ada urusan dengan keluarganya di Jepang. Padahal aku ingin sekali bermain piano dengannya ˘•˘
Baru setengah aku bermain lagu tiba-tiba saja dadaku terasa sakit, oh tuhan jangan ambil nyawaku sekarang
“TAEMINNNNNN! TAE … ARGHHHHH” teriakku
“ada ap- HYUUUNG” itulah yang terakhir aku dengar sebelum tak sadarkan diri

***

Saat aku bangun, aku sudah berada diruangan serba putih dan kurasa aku memakai masker oxygen *eh? Bener ga sih itu namanya?*
“hyung, akhirnya kau bangun juga. Kau tau kau koma berapa hari?” tanya Taemin senang, aku hanya mengelengkan kepala pelan
“2 hari”
“ah? Jinjja? Apa yang terjadi padaku? Penyakitku ini kenapa lagi? Apakah aku akan mati?” tanyaku bertubi-tubi
“ya! hyung! Jangan sembarangan bicara! Kau, penyakitmu itu hampir stadium akhir dan kau mesti melakukan terapi di luar negri” kata Taemin
“eh? Luar negri? Kenapa mesti diluar negri? Emang disini ga bisa?”
“kata dokter sih takut hyung kurang bisa terlalu maksimal menjalani terapinya (?)”
“aigoo, jika aku keluar negri apa yang mesti aku katakana pada Hyerin?”
“sudahlah hyung, jujur saja pada Hyerin tentang penyakitmu itu?” kata Taemin lirih
“apa katamu? Aku ga salah dengarkan? Aku tak mau membuatnya khawatir Taemin-a”
“hyung, kau tak bisa menyembunyikan terus penyakitmu itu hyung.. jadi jujurlah pada Hyerin”
“aku ga mau Taemin-a, oke.. aku akan pergi keluar negri tapi tanpa sepengetahuan Hyerin”
“mwo? Gimana caranya hyung? Pasti Hyerin terus mendesakku untuk memberi tahunya”
“bilang saja padanya aku sudah meninggal”
“mwo??!! Hyung kau gila! Nanti alesan kau mati apa?! Terus nanti makammu bagaimana?!! Gila kau hyung!”
“bilang saja karna penyakitku sudah stadium akhir dan tidak tertolong lagi, terus soal makamnya buat makan palsu aja yang ga ada isinya –mayatnya-. Nah, waktu dia balik ke Korea bilang aja aku udah mati. Arra?”
“t-tapi -“
“baiklah bila kau ingin aku mati sebentar lagi”
“hyung! Baiklah, tapi kau harus benar-benar sembuh hyung! Jangan berakhir seperti rencanamu –meninggal-“
“ne, do’a-kan aku saja. Oh iya, bilang ke dia –Hyerin- jika dia –Hyerin- merindukanku mainkan saja pianonya dan pastikan jangan sampai ada orang yang masuk keruangan piano itu selain Hyerin dan kau –Taemin- selama aku pergi, arraseo?”
“ne, hyung”

Taemin pov

Setelah beberapa hari hyung –Jinki- berangkat ke luar negri, Hyerin nonna baru kembali dari Jepang
“annyeong, Taemin-a.. Jinki oppa ada?”
“J-jinki hyung, su-sudah -”
“hah? Sudah apa? Makan? Mandi? Nikah? *oke yang ini abaikan -_-*”
“J-jinki hyung sudah meninggal”
“mwo??? Kau pasti bercanda Taemin-a, oppppaaaaa” kata Hyerin nonna lalu masuk kedalam apartementku dan Jinki hyung
“nonna, terima saja Jinki hyung sudah tidak ada”
“t-tapi.. bagaimana bisa?” kata Hyerin nonna lirih lalu menangis
“sebenarnya Jinki hyung mempunyai penyakit kanker hati yang sudah sangat parah dan tidak bisa ditolong lagi”
“mwo?? Tapi kanapa dia tidak mau memberitahuku?” tanya Hyerin nonna tersisak, aku hanya mengelus-ngelus (?) punggungnya menenangkannya
“dia tidak mau membuatmu khawatir nonna”
“Taemin-a, bolehkah aku tau dimana makam Jinki oppa” tanya Hyerin nonna, untung saja aku sudah mempersiapkan makam “palsu” Jinki hyung
“ne, tentu saja nonna”

-flashback end-

Jinki pov

“mwo? Aigoo, jahat sekali kau itu oppa!”
“hahaha, mianhae”
“Cuma mianhae?? Oh, iyaa.. gimana penyakitmu?”
“udah donggg, sembuh total ^^ . terus maunya gimana?”
“oh, syukurlah. Yaa, apa ke.. masa cuma mian doang” katanya sambil mengembungkan pipinya
“baiklah sebagai permintaan maafku” dia mengambil tanganku *dipegang gitu tangannya* “will you marry me?” tanyanya sambil mengeluarkan cicin berwarna sapphire blue dari saku jaketnya
“emm, I do oppa ^^” kataku lalu dia –Jinki- memakaikan cicin sapphire blue dijariku lalu mencium keningku

– THE END-

Hadoh, maaf cerita ancur abis haha -_- . I need RCL, don’t forget dear ^^ kalau ga ada yang mau comment saya anggap FF ini udah sempurna😉

About kyurinstory

KYURIN!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s